Pola yang kami temui hampir setiap musim hujan: pemilik rumah sudah dua atau tiga kali memanggil tukang, bocornya berhenti sebentar, lalu muncul lagi beberapa puluh sentimeter dari titik sebelumnya.

Penyebabnya bukan tukangnya tidak becus. Penyebabnya cara mencarinya.

Air berjalan sebelum jatuh

Air yang masuk lewat celah di atap tidak langsung jatuh ke bawah. Ia menempel pada permukaan kayu atau baja ringan, lalu berjalan menyusuri usuk dan reng mengikuti kemiringannya, sampai menemukan titik terendah atau sambungan plafon. Di sanalah ia menetes.

Jarak antara tempat air masuk dan tempat air menetes bisa satu meter, bisa juga lima meter. Karena itu, menambal plafon di bawah tetesan berarti menutup tempat air keluar, bukan tempat air masuk. Airnya tetap masuk, hanya berpindah tempat keluarnya.

Empat tempat yang paling sering jadi sumbernya

Talang di pertemuan atap dengan dinding. Ini yang paling sering kami temui, terutama pada rumah komplek yang atapnya menempel dengan rumah sebelah. Talang seng berlubang karena karat, atau flashing-nya tidak masuk cukup dalam ke bawah genteng.

Nok yang adukannya retak. Adukan semen di bawah genteng nok menyusut dan retak setelah beberapa tahun. Celahnya kecil, tetapi persis di titik tertinggi atap, sehingga air masuk sepanjang garis punggung atap.

Genteng yang bergeser. Sering terjadi setelah ada orang naik ke atap — memasang antena, membersihkan talang, mengecat. Satu genteng bergeser dua sentimeter sudah cukup.

Pertemuan atap lama dengan atap baru. Pada rumah yang pernah ditambah ruangnya, titik sambungan ini sering dikerjakan asal tempel: ditutup semen atau sealant, bukan dibuatkan talang penghubung dengan kemiringan yang dihitung. Semen di titik ini pasti retak, hanya soal waktu.

Cara mencarinya

Yang kami lakukan sebelum menyentuh apa pun: masuk ke dalam atap dari lubang plafon, membawa senter, sementara satu orang menyiram bidang atap dari luar secara bertahap — satu bagian dulu, tunggu, lalu bagian berikutnya.

Menyiram seluruh atap sekaligus tidak berguna, karena semua akan basah dan Anda tidak tahu bagian mana yang jadi sumbernya. Bertahap membuat sumbernya bisa dipersempit.

Kalau memungkinkan, cara yang lebih baik lagi adalah memeriksa saat hujan sungguhan. Hujan mengenai atap dari arah yang tidak bisa ditiru selang, dan sebagian bocor hanya muncul ketika hujannya disertai angin dari arah tertentu.

Yang perlu Anda tanyakan ke tukang

Satu pertanyaan sudah cukup untuk membedakan: “Sumber masuknya air dari mana?”

Kalau jawabannya menunjuk titik di atap yang berbeda dari titik tetesan di plafon, orang itu sudah mencari. Kalau jawabannya “nanti kami tambal dari dalam saja”, Anda akan memanggilnya lagi musim hujan berikutnya.