Mengerjakan renovasi bertahap adalah keputusan yang masuk akal ketika anggaran belum cukup untuk seluruh lingkup. Yang sering keliru bukan keputusannya, melainkan urutannya.
Urutan yang salah membuat tahap kedua dimulai dengan membongkar hasil tahap pertama. Ketika itu terjadi, renovasi bertahap justru lebih mahal daripada sekaligus.
Aturannya: dari yang tersembunyi ke yang terlihat
Pekerjaan yang berada di balik dinding, di bawah lantai, atau di atas plafon selalu didahulukan. Pekerjaan yang terlihat mata selalu belakangan.
Urutan yang kami pakai:
- Kebocoran dan kelembapan. Atap, talang, dan rembesan dari kamar mandi. Selama air masih masuk, semua yang dikerjakan di bawahnya akan rusak lagi.
- Struktur. Retak yang menyangkut kolom atau balok, dan perkuatan bila ada rencana penambahan lantai. Mengerjakan ini setelah finishing berarti membongkar finishing.
- Instalasi listrik dan air. Keduanya tertanam di dalam dinding dan lantai. Menundanya sampai setelah keramik terpasang adalah kesalahan yang paling mahal dalam daftar ini.
- Dinding, plafon, dan bukaan. Pemindahan dinding, penambahan jendela, dan penggantian kusen.
- Finishing. Lantai, cat, dan sanitary.
- Pekerjaan yang bisa berdiri sendiri. Kitchen set, lemari, pagar, dan taman. Ini yang paling aman ditunda, karena tidak ada pekerjaan lain yang bergantung padanya.
Satu syarat yang tidak bisa dilewati
Rencana keseluruhan harus disusun di awal, meski yang dikerjakan baru sebagiannya.
Alasannya sederhana. Kalau tahap kedua nanti akan menambah kamar mandi di sisi belakang, jalur pembuangan ke arah sana harus disiapkan sejak tahap pertama — saat lantai masih dibongkar. Kalau tahap ketiga akan memasang pendingin ruangan di tiga kamar, titik listriknya ditanam sekarang, bukan nanti.
Menyiapkan itu di tahap pertama biayanya kecil. Membongkar lantai atau membobok dinding untuk melakukannya di tahap ketiga biayanya beberapa kali lipat, dan hasilnya tidak pernah serapi yang pertama.
Berapa lama jeda antar tahap sebaiknya?
Tidak ada aturan bakunya, tetapi ada dua hal yang perlu diperhitungkan.
Harga material naik setiap tahun, jadi menunda dua tahun berarti tahap berikutnya dihitung dengan harga baru. Ini normal dan tidak bisa dihindari — yang bisa Anda lakukan adalah meminta kontraktor mencantumkan berapa lama penawarannya berlaku.
Yang kedua, semakin lama jedanya, semakin besar kemungkinan tim yang mengerjakan tahap berikutnya berbeda orang. Kalau ini terjadi, gambar dan foto pekerjaan tersembunyi dari tahap pertama menjadi sangat berharga. Mintalah keduanya saat serah terima, dan simpan.